Apa Itu Resesi ? Dan 6 Negara Yang Terdampak Parah

resesi

Resesi adalah berkontraksi atau negatifnya aktivitas ekonomi dalam 2 kuartal berturut turut. Dalam artiannya, resesi berarti negatifnya pertumbuhan ekonomi suatu negara dalam 2 kuartal secara berturut turut.

Resesi sendiri terjadi karena banyak hal. Dimasa saat ini, banyak negara yang mengalami resesi karena penyebaran virus corona (Covid-19). Tidak hanya 1 negara, resesi pada tahun 2020 ini menghantam lebih dari 5 negara. Tanpa memandang negara kecil ataupun besar, resesi / pertumbuhan ekonomi yang negatif ini memukul rata negara negara besar maupun kecil sekalipun. Hal ini disebabkan karena adanya penyebaran virus covid-19, yang membuat hampir seluruh negara melarang rakyatnya beraktivitas di luar. Dampak dari hal ini adalah tidak adanya aktivitas jual beli, berkurangnya aktivitas ekonomi suatu negara, bahkan melumpuhkan hampir seluruh aktivitas perekonomian negara.

Masyarakat kalangan umum tidak dapat berkeliaran secara bebas, para pebisnis tidak dapaat mengoperasikan bisnisnya, karena instruksi pemerintah yang melarang aktivitas warna negara secara sepenunya. Akibatnya, seluruh  sektor ekonomi, dari mulai yang kecil hingga pabrik besar sekalipun harus stop produksi hingga kondisi Kembali terkontrol.

Sejauh ini, telah ada beberapa negara yang mengalami resesi yang cukup parah.

Beberapa Negara Yang Mengalami Resesi Adalah

1. Filipina

filipina

Filipina sendiri adalah negara yang terbaru yang masuk ke dalam jurang resesi ini. Pada tanggal 6 agustus 2020, filipina mengumumkan bahwa PDB (Produk Domestik Bruto) mengalami kontraksi di kuartal ke-II tahun 2020.

BPS Filipina menyebutkan bahwa PDB di kuartal II secara yoy berada pada angka -16,5%. Yang sebelumnya di kuartal I tahun 2020, secara tahunan juga telah -0,7%.

2. Uni Eropa

uni eropa hd Informasi Dunia - Sumber Informasi Akurat Seluruh Dunia

Uni eropa sendiri telah mengalami resesi yang bahkan terburuk sejak 25 tahun terakhir. PDB Kawasan telah berkontraksi hingga -11,9% di kuartal II 2020 secara yoy (Year on Year). Yang sebelumnya di kuartal I, ekonomi Uni Eropa juga berada di angka -3,2%.
Di dalam basis qtq, ekonomi Uni Eropa menjadi -14,4% di kuartal II tahun 2020. Ini juga telah menyusul pencapaian buruk di kuartal I yaitu -2,7%.

3. Amerika Serikat (United States)

088923100 1541419815 Bendera AS Informasi Dunia - Sumber Informasi Akurat Seluruh Dunia

Meskipun amerika serikat adalah negara adidaya, tetapi perekonomian di negeri itu tak kalah hancurnya, pasalnya perekonomian amerika serikat berada di angka -32,9% pada periode April – Juni. Kontraksi ini juga jauh lebih tajam dari kuartal sebelumnya, yang telah tercatat -5%.

Laporan ini berasal dari departemen perdagangan Amerika Serikat yang baru dirilis 30 juli lalu. Kontraksi tajam ini terjadi dalam konsumsi, ekspor, hingga investasi dan pengeluaran pemerintah.


4. Hongkong

bendera hongkong Informasi Dunia - Sumber Informasi Akurat Seluruh Dunia

Resesi juga belum meninggalkan Hong Kong. Ekonomi sebuah kota yang berada di bawah china itu, telah Kembali mengalami kontraksi -9% di kuartal ke-II tahun 2020 secara yoy (Year on Year).

Dan ini merupakan kontraksi ekonomi ke-4 kuartal secara berturut turut untuk pusat ekonomi global ini. Yang dimana aktivitas ekonomi sudah menyusut sejak pertengahan tahun 2019, pada saat protes besar massa anti Beijing terjadi.

Meski begitu, data yang terbaru menunjukkan bahwa hasil yang lebih baik dibanding kuartal ke-I tahun 2020 yaoitu -9,1% (yoy). Di basis qtq ekonomi berada pada angka – 0,1% di kuartal ke-II tahun 2020.

5. Korea Selatan

bendera korea selatan

Beberapa waktu lalu, Bank of Korea telah mengumumkan bahwa PDB korea selatan secara qtq di kuartal ke-II tercatat pada angka -3,3%. Pada basis yang sama di kuartal pertama, ekonomi korea selatan tercatat di angka -1,3%

Kontraksi ini adalah yang paling tajam sejak kuartal ke-I pada tahun 1998. Perlambatan ini juga ternyata lebih parah dari polling Reuters 2,3%. Secara Year on Year, PDB korea selatan sendiri -2,9% dari periode yang sama sejak tahun lalu.

Kontraksi ini merupakan kontraksi yang paling tajam sejak kuartal pertama pada tahun 1998. Perlambatan ini juga ternyata lebih parah dari polling Reuters 2,3%. Sementara secara Year on Year, PDB negara ini minus 2,9% dari periode yang sama tahun lalu.

6. Singapura

bendera singapura

Singapura sendiri telah merevisi perkiraan pertumbuhan ekonominya untuk tahun 2020 menjadi kontraksi antara 5% sampai 7%. Hal ini telah diumumkan setelah singapura melaporkan ekonominya mencatat penurunan tajam pada kuartal ke-II pada tahun 2020 akibat penyebaran virus corona (Covid-19).

Yang pada bulan mei sebelumnya, Pertumbuhan Domestik Bruto singapura diperkirakan akan menyusut antara 4%-7% di tahun 2020. Hal ini telah ditegaskan oleh mentri perdagangan dan industry (MTI) beberapa waktu lalu.

Meskipun Indonesia belum masuk kedalam negara yang terdampak resesi, tapi Indonesia tetap perlu waspada. Karena pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri telah tercatat kontraksi pada kuartal pertama tahun 2020. Jika pada kuartal ke-II tahun 2020 ekonomi Indonesia masih berkontraksi, maka Indonesia sendiri akan mengalami resesi seperti negara negara lain yang telah mengalami resesi saat ini.

Tulisan ini dibuat berdasarkan artikel dan data yang telah diterbitkan oleh team CNBC Indonesia, dengan sumber https://www.cnbcindonesia.com/news/20200813070705-4-179432/resesi-resesi-resesi-nambah-lagi-negara-resesi/1.

Baca artikel bisnis lainnya disini.

https://facebook.com/informasidunia.org
Follow kami di facebook untuk kemudahan informasi

Anda Mungkin Menyukai

About the Author: Mars

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *